GARUT – Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Jawa Barat (Jabar) melaksanakan kegiatan edukasi mitigasi bencana bagi para pelajar di wilayah selatan Kabupaten Garut, tepatnya di Kecamatan Bungbulang. Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dini terhadap potensi bencana alam yang kerap mengancam kawasan tersebut.
Ketua Forum
Komunikasi Tagana Jabar, Sana Suntana, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang
agar para siswa memahami langkah penyelamatan diri ketika bencana terjadi.
“Anak-anak harus
dibiasakan untuk tenang dan tahu apa yang harus dilakukan saat bencana datang.
Prinsipnya, selamatkan diri sendiri dulu sebelum menolong orang lain,” ujarnya,
Rabu (15/10).
Dalam kegiatan ini,
Tagana Jabar melibatkan berbagai unsur Tagana dari beberapa daerah di Priangan
Timur, termasuk Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. Mereka turun langsung ke
sekolah-sekolah untuk menyampaikan materi kebencanaan secara interaktif,
menggunakan simulasi gempa bumi, longsor, hingga evakuasi mandiri.
Program edukasi ini
merupakan bagian dari kegiatan Kementerian Sosial yang digelar sejak Senin
(13/10) hingga Kamis (16/12), dengan target sepuluh sekolah di wilayah
Bungbulang.
“Wilayah ini termasuk
rawan longsor, sehingga edukasi seperti ini sangat penting untuk mengurangi
risiko dan korban,” tambah Sana.
Selain menyasar
pelajar, kegiatan tersebut juga diikuti dengan pembentukan Kampung Siaga
Bencana (KSB). Melalui KSB, warga dilatih menjadi relawan yang siap membantu
pemerintah dalam penanganan bencana, mulai dari tahap evakuasi, pertolongan
pertama, hingga koordinasi logistik darurat.
“Masyarakat dilatih
agar bisa menyelamatkan diri dan membantu sesama jika terjadi bencana. Kami
libatkan juga para pelajar dan santri sebagai generasi tangguh bencana,”
jelasnya.
Sana menuturkan,
Bungbulang dipilih karena wilayah ini memiliki risiko tinggi terhadap bencana
alam. Selain rawan longsor dan gempa, daerah tersebut juga berpotensi terdampak
tsunami mengingat letaknya yang dekat dengan pesisir selatan Garut.
“Jika suatu saat
terjadi megathrust di selatan Jawa, Bungbulang bisa menjadi daerah penyangga
evakuasi bagi masyarakat pesisir,” ucapnya.
Sinergi Tagana
Wilayah Priangan Timur
Sementara itu, Ketua
Forum Komunikasi Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetia, menuturkan
bahwa pihaknya turut diperbantukan untuk mendukung kegiatan di Bungbulang.
“Tagana gabungan ini
menjalankan sosialisasi, pelatihan, serta uji standar operasional prosedur
(SOP) untuk Kampung Siaga Bencana,” katanya.
Ia menegaskan,
seluruh kegiatan ini merupakan langkah antisipatif agar masyarakat lebih siap
menghadapi kemungkinan bencana di masa depan.
“Dengan kesiapsiagaan sejak dini, diharapkan jumlah korban dan dampak bencana dapat ditekan semaksimal mungkin,” pungkasnya. (Udin)

0 Komentar